Skip to main content

Kemenag Kota Kediri Gelar Pembinaan Administrasi dan Pelatihan EMIS MDT di Ponpes Wali Barokah

 

Kemenag Kota Kediri dan Ponpes Wali Barokah bekerjasama menggelar pelatihan administrasi dan EMIS MDT di Ponpes Wali Barokah. Foto: LINES.

Kediri (27/11). Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri menggandeng Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah menggelar Pembinaan Administrasi dan Pelatihan Education Management Information System (EMIS). Kegiatan tersebut ditujukan kepada operator Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 170 Lembaga MDT, bertempat di Gedung DMC Pondok Pesantren Wali Barokah, pada Selasa (25/11). Fokus utama kegiatan ini adalah untuk menempatkan akurasi data.

“Pentingnya validasi data EMIS. Data yang akurat merupakan unsur utama dalam penyaluran Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dan insentif pendidik yang bersumber dari Pemerintah Kota Kediri,” ujar Kepala Kantor Kemenag Kota Kediri, A Zamroni.

Ia menjelaskan jumlah siswa dan guru menentukan besaran bantuan yang diberikan. Zamroni meneranhkan anggaran tersebut berasal dari daerah, maka pertanggungjawabannya harus jelas dan datanya harus valid melalui EMIS.

“MDT sebagai lembaga nonformal yang menopang kekurangan materi agama di sekolah formal memiliki peran strategis. Kami berharap kedepan MDT juga mendapat dukungan, seperti anggaran operasional per siswa, dari Pemerintah Pusat,” ungkapnya.

Zamroni mengakui bahea tantangan utama adalah pergantian operator yang rutin terjadi di pesantren. Hal ini menyebabkan pembaruan data sering terhambat. Pelatihan ini bertujuan mengatasi kendala tersebut, termasuk memfasilitasi pendaftaran ulang bagi madrasah yang sempat terhenti.

Foto bersama peserta dan penyelenggara Pelatihan Administrasi dan EMIS MDT di Ponpes Wali Barokah. Foto: LINES.

“Pelatihan ini diselenggarakan juga sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola lembaga pendidikan agama di Kota Kediri, sekaligus menyambut kebijakan nasional pembentukan Direktorat Jenderal Pondok Pesantren atau Ditjen Pesantren,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Kediri, Fakhrur Rozi, mengapresiasi pelatihan EMIS dan menyambut baik rencana pembentukan Ditjen Pesantren di Kementerian Agama, yang disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto pada Hari Santri Nasional 2025.

“Ditjen Pesantren hadir sebagai payung besar untuk memperkuat tata kelola, kelembagaan, dan pengembangan ekosistem pesantren secara nasional. Ini adalah kebijakan strategis yang kami sambut baik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa EMIS adalah database resmi yang mencakup identitas lembaga, guru, santri (termasuk NIK), hingga fasilitas. Maka pelatihan rutin sangat dibutuhkan untuk menjaga akurasi data. “Operator dituntut untuk aktif dalam memperbarui data di EMIS supaya data tetap akurat,” imbuhnya.

Sekretaris PPWB Daud Soleh saat memberikan keterangan pada media. Foto: LINES.

Senada dengan itu, Sekretaris Ponpes Wali Barokah, Daud Soleh, yang menjadi tuan rumah acara, memastikan bahwa lembaganya, yang membawahi empat unit pendidikan (TPQ, MDT, PKPPS, dan Pontren Induk), selalu mengutamakan konsistensi pembaruan data.

“Teman-teman operator di tempat kami selalu koordinasi untuk memaksimalkan akurasi data EMIS. Kami juga minta bimbingan dan pendampingan kepada Kemenag dan FKDT Kota Kediri. Ini bagian dari upaya memastikan hak lembaga dan pendidik terpenuhi,” tutupnya.

Dengan mengedepankan kerjasama dan saling mendukung memperkuat dari Lima Unsur Pembina Generus (LUPG) yakni Alim Ulama, Muballigh Muballighot, Para Pengurus, Pakar Pendidik dan Orangtua maka diharapkan semua program yang telah disusun oleh Penggerak Pembina Generus (PPG) lewat sebuah wadah Taman Pendidikan Islam (TPI) bisa berjalan seperti yang diharapkan, sehingga tujuan utama pembinaan generasi penerus bisa tercapai, yakni menjadi generasi yang Alim Faqih, Berakhlaqul Karimah dan Mandiri. Maka dengan ini kami PAC LDII Kelurahan Baru Kecamatan Pasar Rebo Kota Administrasi Jakarta Timur bersepakat untuk mendirikan sebuah Taman Pendidikan non formal bernama Taman Pendidikan Islam Al Manshurin (TPI Al Manshurin) sebagai perwujudan karya bakti kepada Agama, Bangsa dan Negara.

Comments

Taman Pendidikan Islam Al Manshurin 2016-2025 Designed by Open Themes & Nahuatl.mx.