Skip to main content

Kolaborasi DLH, UGM, BRIN, dan LDII Dorong Ponpes Gadingmangu Jadi Pusat Ecopesantren Berkelanjutan

 

Pondok Pesantren (Ponpes) Gadingmangu berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang, Universitas Gadjah Mada (UGM), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan DPP LDII menyelenggarakan kegiatan Capacity Building pada Senin (10/11) di Ponpes Gadingmangu, Jombang, Jawa Timur. Foto: LINES

Jombang (26/11). Pondok Pesantren (Ponpes) Gadingmangu berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang, Universitas Gadjah Mada (UGM), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan DPP LDII menyelenggarakan kegiatan Capacity Building pada Senin (10/11) di Ponpes Gadingmangu, Jombang, Jawa Timur.

Kegiatan tersebut bertajuk “Penguatan Kompetensi Kepemimpinan Kyai dan Asatidz: Strategi Implementasi dan Pengembangan Program Ecopesantren Berkelanjutan di Ponpes Gadingmangu.” Tujuanya untuk menyinergikan seluruh pemangku kepentingan di lingkungan pesantren

“Apresiasi kepada para Kyai dan Asatidz Pondok Pesantren Gadingmangu atas komitmen aktifnya selama ini,” ungkap Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kabupaten Jombang, Rachma Fitriana.

Ia menyoroti inovasi pengelolaan sampah di Ponpes Gadingmangu yang mampu menciptakan aplikasi ecopesantren sendiri, untuk merekam seluruh kegiatan pengelolaan sampah. Fitriana juga menerangkan Inovasi tersebut membuktikan kesadaran lingkungan dapat diintegrasikan dengan solusi berbasis teknologi.

Sementara itu, anggota Departemen Litbang, Iptek, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup (LISDAL) DPP LDII, Atus Syahbudin, menyoroti posisi sentral figur kiai dan ustadz.

“Peran kiai dan para ustadz-ustadzah sebagai role model dan inisiator sangat krusial. Mereka adalah teladan bagi para santri, sehingga peran kepemimpinan mereka menentukan keberhasilan mewujudkan Ecopesantren,” jelas Atus.

Ia menekankan bahwa edukasi lingkungan harus dimulai dari kepemimpinan. Menurutnya kesiapan Ponpes Gadingmangu untuk bertransformasi menjadi pusat Ecopesantren juga dikuatkan oleh temuan akademisi.

“Tujuan akhirnya adalah agar santri dapat merasa nyaman, mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik, dan tumbuh dengan kesadaran lingkungan yang tinggi di dalam pondok,” tutup Humas Ponpes Gadingmangu, Widodo.

Dengan mengedepankan kerjasama dan saling mendukung memperkuat dari Lima Unsur Pembina Generus (LUPG) yakni Alim Ulama, Muballigh Muballighot, Para Pengurus, Pakar Pendidik dan Orangtua maka diharapkan semua program yang telah disusun oleh Penggerak Pembina Generus (PPG) lewat sebuah wadah Taman Pendidikan Islam (TPI) bisa berjalan seperti yang diharapkan, sehingga tujuan utama pembinaan generasi penerus bisa tercapai, yakni menjadi generasi yang Alim Faqih, Berakhlaqul Karimah dan Mandiri. Maka dengan ini kami PAC LDII Kelurahan Baru Kecamatan Pasar Rebo Kota Administrasi Jakarta Timur bersepakat untuk mendirikan sebuah Taman Pendidikan non formal bernama Taman Pendidikan Islam Al Manshurin (TPI Al Manshurin) sebagai perwujudan karya bakti kepada Agama, Bangsa dan Negara.

Comments

Taman Pendidikan Islam Al Manshurin 2016-2025 Designed by Open Themes & Nahuatl.mx.