Skip to main content

LDII Jawa Barat Dorong Wanita Berdaya dan Mandiri di Era Digital

 

Ketua DPW LDII Jawa Barat Dicky Harun di seminar Biro PPKK LDII Jabar. Foto: LINES.

Bandung (26/1). Ketua DPW LDII Jawa Barat Dicky Harun menegaskan pentingnya penguatan peran wanita dalam tubuh LDII sebagai mitra strategis pembangunan umat. Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada kegiatan seminar yang digelar Biro Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) DPW LDII Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026).

Menurut Dicky Harun, peran wanita LDII memiliki posisi yang strategis dan sejajar dengan peran LDII secara kelembagaan. Karena itu, ia mendorong agar ke depan wanita LDII mendapatkan ruang yang lebih luas untuk berkiprah, salah satunya melalui pembentukan badan otonom Wanita LDII di tingkat daerah.

“Peran wanita dalam LDII sejatinya sangat strategis, khususnya dalam ranah perempuan dan pembangunan umat. Ke depan, hal ini perlu didorong dan diajukan di masing-masing DPD LDII,” ujarnya.

Ia mencontohkan DPW LDII Jawa Timur yang telah membentuk badan otonom Wanita LDII, serta DPD LDII Kota Cimahi yang lebih dahulu menginisiasi pembentukan Wanita LDII di tingkat kota. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Jawa Barat.

Lebih lanjut, Dicky Harun berharap kiprah Wanita LDII ke depan mampu bersinergi dengan berbagai mitra strategis, baik pemerintah maupun organisasi kemasyarakatan Islam lainnya. Ia menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis dengan organisasi wanita Islam, seperti Wanita NU dan Aisyiyah Muhammadiyah, “Sinergi lintas organisasi sangat penting demi kemaslahatan umat dan bangsa,” katanya.

Seminar yang digelar Biro Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) DPW LDII Jawa Barat. Foto: LINES.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan agar bidang PPKK benar-benar memberikan nilai tambah dan kemanfaatan nyata bagi warga LDII, khususnya kaum wanita, baik yang belum menikah maupun yang telah berkeluarga. Pembinaan keharmonisan rumah tangga, peningkatan kapasitas diri, hingga pemberdayaan ekonomi menjadi fokus yang perlu diperkuat, “Kegiatan PPKK tidak cukup hanya bersifat teoritis, tetapi harus lebih banyak praktik, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan zaman,” ujarnya.

Seiring perkembangan teknologi, Dicky Harun juga mendorong PPKK LDII untuk memanfaatkan media sosial, seperti Instagram dan TikTok, sebagai sarana dakwah dan edukasi. Dengan pengelolaan yang baik, media digital dinilai mampu memperluas jangkauan manfaat program PPKK kepada masyarakat.

Ia berharap kegiatan PPKK DPW LDII Jawa Barat dapat membawa keberkahan, memperkuat peran wanita LDII, serta melahirkan perempuan-perempuan yang berdaya, produktif, mandiri, dan bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, serta bangsa.

Dengan mengedepankan kerjasama dan saling mendukung memperkuat dari Lima Unsur Pembina Generus (LUPG) yakni Alim Ulama, Muballigh Muballighot, Para Pengurus, Pakar Pendidik dan Orangtua maka diharapkan semua program yang telah disusun oleh Penggerak Pembina Generus (PPG) lewat sebuah wadah Taman Pendidikan Islam (TPI) bisa berjalan seperti yang diharapkan, sehingga tujuan utama pembinaan generasi penerus bisa tercapai, yakni menjadi generasi yang Alim Faqih, Berakhlaqul Karimah dan Mandiri. Maka dengan ini kami PAC LDII Kelurahan Baru Kecamatan Pasar Rebo Kota Administrasi Jakarta Timur bersepakat untuk mendirikan sebuah Taman Pendidikan non formal bernama Taman Pendidikan Islam Al Manshurin (TPI Al Manshurin) sebagai perwujudan karya bakti kepada Agama, Bangsa dan Negara.

Comments

Taman Pendidikan Islam Al Manshurin 2016-2025 Designed by Open Themes & Nahuatl.mx.