Skip to main content

Pererat Silaturahim dan Kebersamaan, Ponpes Wali Barokah Kediri Bagikan 750 Paket Sembako

 

Ponpes Wali Barokah membagikan santunan 750 sembako kepada warga yang membutuhkan. Foto: LINES.

Kediri (24/3). Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kota Kediri kembali membagikan 750 paket sembako dan takjil kepada warga kurang mampu, anak yatim, dan kaum dhuafa Kelurahan Burengan dan Keluarahan Banjaran. Kegiatan rutin tahunan tersebut bertajuk “Berbagi di Bulan Suci”, pada Senin (16/3) bertempat di Gedung Wali Barokah.

“Agenda ini adalah bentuk rasa syukur atas kelancaran ibadah Ramadan yang telah memasuki hari ke-26. Kami mengapresiasi kerukunan yang selama ini terjalin antara pihak pondok dengan warga Banjaran. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang menjadi bagian dari napas ibadah di bulan suci,” tutur Ketua Ponpes Wali Barokah, KH. Sunarto.

Ia mengucapkan terima kasih atas hubungan baik yang ada. Menurutnya, berkat dukungan masyarakat lokal, proses belajar-mengajar di pondok berjalan tertib, aman, lancar, dan barokah untuk itu Ponpes ingin berbagi kebahagiaan ini dengan warga sekitar.

Ratusan paket sembako yang terdiri dari kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula dan kue ini didistribusikan langsung oleh para santri dan pengurus pondok pesantren. Penyaluran dilakukan dengan tertib dan penuh kehangatan, momen Ramadan kali ini menjadi ajang silaturahim dan penguatan ukhuwah Islamiyah antara pihak pesantren dengan masyarakat.

Sementara itu Ketua DPD LDII Kota Kediri, Agung Riyanto, hadir dan memberikan apresiasi pada Ponpes Wali Barokah yang telah menggelar kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari instruksi organisasi untuk mewujudkan kesalehan sosial.

“Peran LDII memang harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat, baik secara bidang keagamaan maupun ekonomi. Kami di LDII menekankan bahwa ibadah tidak hanya berhenti di dalam masjid saja, Melalui kegiatan di Ponpes Wali Barokah ini, kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian sosial adalah bagian tak terpisahkan dari iman,” tegasnya.

Agung menjelaskan bahwa pesantren harus menjadi solusi dan membawa keberkahan bagi tetangga terdekatnya. Ia juga menambahkan bahwa bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban dapur warga, terutama dalam menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri.

Selain itu, salah satu warga penerima manfaat asal Banjaran, Hariono, mengaku sangat terbantu dengan konsistensi pondok dalam memperhatikan warga kecil.

“Saya sudah lima kali menerima bantuan di sini. Isinya sangat lengkap, ada beras sampai kue. Tentu ini sangat meringankan beban kami menjelang Lebaran,” tutur Hariono.

Dengan mengedepankan kerjasama dan saling mendukung memperkuat dari Lima Unsur Pembina Generus (LUPG) yakni Alim Ulama, Muballigh Muballighot, Para Pengurus, Pakar Pendidik dan Orangtua maka diharapkan semua program yang telah disusun oleh Penggerak Pembina Generus (PPG) lewat sebuah wadah Taman Pendidikan Islam (TPI) bisa berjalan seperti yang diharapkan, sehingga tujuan utama pembinaan generasi penerus bisa tercapai, yakni menjadi generasi yang Alim Faqih, Berakhlaqul Karimah dan Mandiri. Maka dengan ini kami PAC LDII Kelurahan Baru Kecamatan Pasar Rebo Kota Administrasi Jakarta Timur bersepakat untuk mendirikan sebuah Taman Pendidikan non formal bernama Taman Pendidikan Islam Al Manshurin (TPI Al Manshurin) sebagai perwujudan karya bakti kepada Agama, Bangsa dan Negara.

Comments

Taman Pendidikan Islam Al Manshurin 2016-2025 Designed by Open Themes & Nahuatl.mx.