Skip to main content

Ponpes Wali Barokah Siap Implementasikan Kebijakan Pendidikan Karakter Berbasis Adab dan Teknologi

 

Mendikdasmen bersama Ketua DPD LDII Kediri Agung Riyanto pada momen Munas X LDII 2026. Foto: LINES.

Jakarta (16/4). Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kediri menegaskan komitmennya dalam mendukung kebijakan nasional untuk melahirkan “Generasi Kuat” (Aziz Generation). Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendasmen) RI, Abdul Mu’ti, dalam gelaran Munas X LDII di Jakarta, pada Kamis (9/4).

Mendasnen RI tersebut menjelaskan materi bertajuk “Kebijakan Pendidikan Nasional untuk Mengantisipasi Dinamika Global dan Nasional”. Ia menyoroti fenomena anxious generation (generasi cemas) dan strawberry generation yang rentan terhadap tekanan mental dan disrupsi digital.

“Pentingnya penguatan karakter melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat serta revitalisasi pendidikan yang menyeimbangkan antara aspek lahiriah (sarana digital) dan batiniah (karakter). Pendidikan bukan sekadar memelihara (tarbiyah), tetapi membangun peradaban (ta’dib). Kita tidak boleh meninggalkan keturunan yang lemah. Seorang mukmin yang kuat baik aqidah, ilmu, maupun ekonominya lebih dicintai Allah,” tegasnya.

Ia menyoroti berbagai tantangan pendidikan di Indonesia, mulai dari kesenjangan akses, kualitas pendidikan, hingga dampak perkembangan teknologi terhadap karakter generasi muda. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan peradaban bangsa.

“Pemerintah saat ini tengah mendorong berbagai kebijakan strategis, seperti revitalisasi sarana pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta penguatan pendidikan karakter melalui program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat,” jelasnya.

Mendasnen RI menerangkan hal tersebut penting dilakukan untuk menjawab fenomena anxious generation atau generasi cemas yang muncul akibat tekanan sosial dan penggunaan media digital yang berlebihan. Menurutnya tujuan pendidikan bukan hanya mencerdaskan, tetapi membangun generasi yang kuat secara akidah, berkarakter, serta mampu menghadapi tantangan global.

Sementara itu, Wakil Ketua Ponpes Wali Barokah, Agung Riyanto menyatakan bahwa visi pendidikan nasional sangat selaras dengan nilai-nilai yang selama ini diterapkan di lingkungan pesantren.

“Kami di Ponpes Wali Barokah sangat mengapresiasi visi Mendikdasmen mengenai pembentukan generasi yang kuat. Bagi kami, pendidikan adalah proses pembangunan karakter dan peradaban secara utuh. Tantangan global yang menciptakan kecemasan pada anak muda harus dijawab dengan penguatan kemandirian dan integritas.

Ia menjelaskan pesantren berkomitmen untuk terus menjadi institusi pendamping bagi santri agar mereka memiliki ketenangan spiritual dan ketangguhan mental untuk menghadapi masa depan menuju Indonesia Emas 2045. Ia menyampaikan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam mendukung kebijakan pendidikan nasional, khususnya dalam pembentukan karakter generasi muda.

“Kami melihat arah kebijakan pendidikan saat ini sangat sejalan dengan nilai-nilai yang telah lama diterapkan di pesantren. Penguatan akidah, akhlak, dan kemandirian santri merupakan fondasi penting untuk melahirkan generasi yang tangguh menghadapi dinamika global,” ujarnya.

Selain itu, Sekretaris Ponpes Wali Barokah, Daud Soleh menekankan pentingnya adab dan literasi digital yang sehat sebagai solusi atas fenomena ketergantungan media sosial yang merusak mentalitas pemuda.

“Apa yang disampaikan Bapak Menteri mengenai bahaya over-exposure media digital bagi mental generasi Z adalah peringatan nyata. Di Ponpes Wali Barokah, kami menerapkan ‘kurikulum tersembunyi’ melalui keteladanan guru dan pembiasaan ibadah yang disiplin. Kami ingin memastikan santri kami melek teknologi namun tidak diperbudak olehnya. Dengan memadukan ilmu agama, akhlak mulia, dan penguasaan sains, kita sedang membangun pondasi peradaban yang kokoh sebagaimana yang diharapkan dalam kebijakan pendidikan nasional,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pendidikan formal, keluarga, dan masyarakat dalam membangun generasi unggul. Menurutnya, pendidikan tidak bisa berdiri sendiri. Perlu kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat, termasuk pesantren.

“Kami siap mendukung penguatan karakter melalui pembiasaan nilai-nilai keagamaan dan kedisiplinan yang berkelanjutan. Melalui pembekalan ini, Ponpes Wali Barokah menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual, demi menjawab tantangan global yang semakin kompleks,” tutupnya.

Dengan mengedepankan kerjasama dan saling mendukung memperkuat dari Lima Unsur Pembina Generus (LUPG) yakni Alim Ulama, Muballigh Muballighot, Para Pengurus, Pakar Pendidik dan Orangtua maka diharapkan semua program yang telah disusun oleh Penggerak Pembina Generus (PPG) lewat sebuah wadah Taman Pendidikan Islam (TPI) bisa berjalan seperti yang diharapkan, sehingga tujuan utama pembinaan generasi penerus bisa tercapai, yakni menjadi generasi yang Alim Faqih, Berakhlaqul Karimah dan Mandiri. Maka dengan ini kami PAC LDII Kelurahan Baru Kecamatan Pasar Rebo Kota Administrasi Jakarta Timur bersepakat untuk mendirikan sebuah Taman Pendidikan non formal bernama Taman Pendidikan Islam Al Manshurin (TPI Al Manshurin) sebagai perwujudan karya bakti kepada Agama, Bangsa dan Negara.

Comments

Taman Pendidikan Islam Al Manshurin 2016-2026 Designed by Open Themes & Nahuatl.mx.