Skip to main content

Ratusan Generasi Muda LDII Ikuti Workshop Public Speaking di Hari Kedua GenFest

 

GenFest menghadirkan Himawan Pramudita, Human Resources (HR) Consultant sebagai narasumber workshop public speaking. Foto: LINES.

Jakarta (14/4). Hari kedua perhelatan Generus Festival (GenFest) menghadirkan Himawan Pramudita, Human Resources (HR) Consultant sebagai narasumber workshop public speaking. Kegiatan yang digelar pada Rabu (8/4/2026) itu, diikuti ratusan generasi muda yang ingin mengasah keterampilan berbicara atau menyampaikan pendapat agar dapat bersaing di dunia kerja.

Workshop itu bertajuk “Public Speaking For Academic and Leadership” yang menekankan pentingnya terampil public speaking, ditujukan untuk melatih komunikasi yang baik di setiap kondisi.

“Kemampuan kita untuk menyampaikan sesuatu dengan lugas dan menarik itu menentukan masa depan, contohnya kita bisa dapat beasiswa atau juga pekerjaan,” ucap mantan HR PT Astra itu.

Himawan mengatakan, ada tiga langkah dalam meningkatkan kemampuan *public speaking*, yaitu latihan memahami situasi maupun audiens dan berdoa. Selaras dengan pepatah “Roma tidak dibangun dalam sehari”, Himawan mengajak peserta untuk konsisten melatih komunikasi.

Lebih lanjut, Himawan menjelaskan dalam berbicara, pemilihan diksi dan pengemasan informasi menjadi modal penting saat berbicara di depan umum. Tentunya kedua hal tersebut dapat diperoleh dengan mental pemberani.

Himawan memberikan analogi berbicara di depan umum sebagai perang mental. Ia mencontohkan public figure seperti Raditya Dika yang sudah berpengalaman, tetap mengalami kepanikan saat mewawancarai idolanya.

Menyinggung soal tata cara berbicara, Himawan memberi kiat untuk dapat mengenalkan diri pada orang lain menjadi lebih informatif. “Fokus pada dampak yang diberikan dan menyentuh sisi humanis,” kata dia.

“Misal ada kandidat yang mengatakan saya aktif organisasi saat di sekolah, terdengar kurang menarik. Bandingkan dengan orang yang mengatakan, ‘saya tertarik dengan leadership sehingga mengikuti OSIS sampai sekarang dan sudah membuat acara pensi di kampus’. Atau ‘saya memandangnya lebih banyak informasi yang dapat digali,” kata mantan HR di perusahaan Delfi tersebut mencontohkan.

Kepada LINES, Himawan mengapresiasi penyelenggaraan workshop berjalan lancar dan antusiasme peserta meskipun kondisinya kurang ideal karena hujan deras. Ia juga mengapresiasi pertanyaan peserta yang kritis, sehingga hal itu memancing tanya jawab interaktif.

Dengan mengedepankan kerjasama dan saling mendukung memperkuat dari Lima Unsur Pembina Generus (LUPG) yakni Alim Ulama, Muballigh Muballighot, Para Pengurus, Pakar Pendidik dan Orangtua maka diharapkan semua program yang telah disusun oleh Penggerak Pembina Generus (PPG) lewat sebuah wadah Taman Pendidikan Islam (TPI) bisa berjalan seperti yang diharapkan, sehingga tujuan utama pembinaan generasi penerus bisa tercapai, yakni menjadi generasi yang Alim Faqih, Berakhlaqul Karimah dan Mandiri. Maka dengan ini kami PAC LDII Kelurahan Baru Kecamatan Pasar Rebo Kota Administrasi Jakarta Timur bersepakat untuk mendirikan sebuah Taman Pendidikan non formal bernama Taman Pendidikan Islam Al Manshurin (TPI Al Manshurin) sebagai perwujudan karya bakti kepada Agama, Bangsa dan Negara.

Comments

Taman Pendidikan Islam Al Manshurin 2016-2026 Designed by Open Themes & Nahuatl.mx.